Kamis, 15 November 2018
» Layanan Informasi Perkara » Prosedur Pengambilan Akta Cerai
Prosedur Pengambilan Akta Cerai

Prosedur Pengambilan Akta Cerai
Pengadilan Agama Palangka Raya

Akta cerai merupakan akta otentik yang dikeluarkan oleh pengadilan agama sebagai bukti telah terjadi perceraian. Akta cerai bisa diterbitkan jika gugatan dikabulkan oleh majelis hakim dan perkara tersebut telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht).  Perkara dikatakan telah berkekuatan hukum tetap jika dalam waktu 14 hari sejak putusan dibacakan (dalam hal para pihak hadir), salah satu atau para pihak tidak mengajukan upaya hukum banding. Dalam hal pihak tidak hadir, maka perkara baru inkracht terhitung  14 hari sejak pemberitahuan isi putusan disampaikan kepada pihak yang tidak hadir dan yang bersangkutan tidak melakukan upaya hukum banding (putusan kontradiktoir) atau verzet (putusan verstek).

Syarat  Mengambil Akta Cerai :

1.
Menyerahkan nomor perkara yang dimaksud
2.
Memperlihatkan KTP Asli dan menyerahkan fotokopinya
3.
Membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah);
4.
Jika menguasakan kepada orang lain untuk mengambil akta cerai, maka  di samping fotokopi KTP pemberi dan penerima kuasa, juga menyerahkan Asli Surat Kuasa bermeterai 6.000 yang diketahui oleh Kepala Desa/Lurah setempat;
 Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya 
Terimakasih telah membaca Layanan Informasi Perkara - Prosedur Pengambilan Akta Cerai. Silahkan tinggalkan komentar, saran dan pesan Anda untuk kemajuan website Pengadilan Agama Kelas 1B Palangka Raya. Terimakasih untuk dukungan dan partisipasi Anda.
Total Komentar    1 Komentar
  1. HAMIDI says:

    Baik, agar terus ditingkatkan …

  • Nama harus diisi, Email tidak akan disebarluaskan, Terimakasih.
  • Mohon untuk menggunakan ejaan yang benar / kata-kata yang mudah dimengerti

*