Selasa, 20 Oktober 2020
» Berita » Rasanya Sempat Putus Asa, Akhirnya Alhamdulillah
Rasanya Sempat Putus Asa, Akhirnya Alhamdulillah

“Kalau memang rezeki kita, tidak akan dimiliki orang lain”. Mungkin ini sebagian kalimat yang terbersit dihati seorang yang bernama Khotib. Pengabdian di Pengadilan Agama Palangka Raya sudah tidak diragukan lagi, sejak awal tahun 1995, jauh sebelum ada alokasi anggaran DIPA untuk tenaga honorer, abah desy (sapaan akrab) ini sudah menjadi tenaga honorer di Pengadilan ini. Kala itu bertugas sebagai penjaga malam, buka-tutup pintu Kantor, menaikan dan menurunkan bendera, berapa Gajinya? “tidak digaji atau dihonor dengan uang, cuma dikasih beras setiap bulan dan itu ada berjalan kurang lebih 2 tahun, saat itu PNS juga dapat jatah beras setiap bulan “Ungkapnya saat diwawancarai redaksi pa-palangkaraya.go.id (Rabu, 4/2/2015). Sekarang sangat merasa bersyukur dan senang, kendati ujarnya saat verifikasi kategori I dulu di Kantor Walikota Palangka Raya dinyatakan gagal, rasanya sempat putus asa juga pak, Alhamdulillah sekarang berhasil “ujarnya menambahkan.

 Upaya pemerintah untuk mengangkat tenaga honorer melalui verifikasi kategori I membuat Khotib kandas, karena dinilai kurang memenuhi syarat, kemudian bergeser masuk kategori II yang mengharuskan dirinya mengikuti tes masuk CPNS sebagaimana layaknya pelamar lainnya dan akhirnya dinyatakan lulus dari 838 orang kategori II di Lingkungan Mahkamah Agung RI. Senin (26/1/2015) merupakan buah hasil perjuangan panjang, Surat Keputusan pengangkatan yang ditandatangani oleh Nurhadi Sekretaris Mahkamah Republik Indonesia sudah diterima dan sekarang pun telah aktif dengan status barunya sebagai CPNS.

Terimakasih telah membaca Berita - Rasanya Sempat Putus Asa, Akhirnya Alhamdulillah. Silahkan tinggalkan komentar, saran dan pesan Anda untuk kemajuan website Pengadilan Agama Kelas 1B Palangka Raya. Terimakasih untuk dukungan dan partisipasi Anda.
Total Komentar    Belum Ada Komentar
  • Nama harus diisi, Email tidak akan disebarluaskan, Terimakasih.
  • Mohon untuk menggunakan ejaan yang benar / kata-kata yang mudah dimengerti

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

*