Harap Tunggu...

» Berita » PELAKSANAAN APEL SENIN PAGI DI PENGADILAN AGAMA PALANGKA RAYA
PELAKSANAAN APEL SENIN PAGI DI PENGADILAN AGAMA PALANGKA RAYA
  

PELAKSANAAN APEL SENIN PAGI DI PENGADILAN AGAMA PALANGKA RAYA

 

Palangka Raya│pa-palangkaraya.go.id

 

Meskipun kondisi cuaca yang kurang mendukung dengan turunnya hujan, tidak mengurangi antusiasme dan keinginan untuk tetap melaksanakan apel pagi. Ini menunjukkan semangat dan disiplin yang tinggi seluruh aparatur Pengadilan Agama Palangka Raya. Kegiatan berlangsung di Aula Utama tepat pada pukul 08.00 WIB s/d selesai yang diikuti oleh seluruh aparatur Pengadilan Agama Palangka Raya. Bertindak sebagai Pembina Apel adalah Ketua Pengadilan Agama Palangka Raya Bapak H.M. Sa’dan, S.Ag. (04/08/2025).

Kegiatan apel pagi dipimpin sdr. Tholib Indra Irianto (PPNPN) dan Irwan Fanani sebagai pembaca 8 (delapan) Nilai Utama Mahkamah Agung beserta yel yel Mahkamah Agung, Badilag, PTA Palangka Raya dan Pengadilan Agama Palangka Raya, serta Hana Fauziah, S.H sebagai pembaca motto Pengadilan Agama Palangka Raya yang diikuti oleh seluruh peserta apel, kemudian dilanjutkan dengan amanat oleh Pembina Apel.

 
   

 

Mengawali amanatnya H.M. Sa’dan, S.Ag selaku Wakil Ketua Pengadilan Agama Palangka Raya, menyampaikan dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, kejadian di belahan bumi lain dapat diketahui dengan lebih cepat dan mudah. Teknologi komunikasi seperti internet dan media sosial memungkinkan penyebaran informasi secara global dan instan. Menurut beliau teknologi informasi tersebut bisa membawa dampak positif maupun negatif, sangat bergantung pada bagaimana kita menggunakannya. Oleh sebab itu perlu berpikir kritis, dan menggunakan teknologi secara bijaksana untuk mendapatkan manfaatnya tanpa terjebak dalam dampak negatifnya (hoaks). Jelasnya.

Beliau juga menghimbau agar kita memiliki wirid atau bacaan yang dibaca secara terus menerus bisa dengan membaca al-qur’an atau bacaan yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam. Menurut beliau wirid adalah amalan dzikir atau doa yang dibaca secara rutin dan berkesinambungan, dan memiliki banyak manfaat spiritual dan duniawi. Melalui wirid, seorang dapat mengingat Allah, memohon ampunan, dan memohon petunjuk. Hal ini membantu menjaga hati dan pikiran tetap terjaga dari bisikan-bisikan yang bisa menjerumuskan kepada perilaku maupun perbuatan tercela. Paparnya.

Diakhir amanatnya beliau menyampaikan ucapan Al Habib Abdul Qadir As Seggaf man laysa lahu wirdun fahuwa qirdun, artinya : Barang siapa yang tidak wirid, maka dia seperti monyet. Salah satu kewajiban manusia adalah mengingat tuhannya. Apabila seseorang tidak pernah mengingat tuhannya maka orang itu bagaikan seekor monyet yang tidak tahu diri dan tidak mengerti balas budi. Selanjutnya kegiatan apel pagi ditutup dengan pembacaan dan munajat kepada Allah SWT atas segala nikmat dan anugerahnya. (Redaksi/IT).

 

   

Supported hosting by Hosting Indonesia