Kamis, 22 Oktober 2020
» Berita » HATIBINWASDA : BELAJAR CERMAT KARENA HAKIM HARUS CERMAT
HATIBINWASDA : BELAJAR CERMAT KARENA HAKIM HARUS CERMAT

PA-PALANGKARAYA – Kedatangan tim pembinaan dan pengawasan dari Pengadilan Tinggi Agama Palangka Raya yang terdiri dari Drs. H. Moh. Munawar selaku Ketua Rombongan, serta H. Sahabuddin, SH dan Dra. Hj. Masunah, M.HI masing-masing sebagai anggota, tiba di PA Palangka Raya pada Senin pagi 27 Oktober 2014 Pukul 08.00 WIB yang disambut langsung oleh Ketua, Wakil Ketua dan Panitera/Sekretaris Pengadilan Agama Palangka Raya.

Acara dibuka langsung oleh Drs. H. Mahbub. A, M.HI selaku Ketua Pengadilan Agama Palangka Raya, Beliau menyampaikan ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya dan menyambut dengan tangan terbuka atas kedatangan tim dari Pengadilan Tinggi Agama Palangka Raya untuk melakukan Pembinaan dan Pengawasan atas kinerja yang dilakukan selama ini, karena hasil dari Pembinaan dan Pengawasan ini dapat menjadi masukan dan pedoman bagi perbaikan kinerja kearah yang lebih baik.

Dari kanan Drs. H. Mahbub.A, M.HI Ketua PA Palangka Raya, Dra. Hj. Masunah, M.HI, Drs. H. Moh. Munawar, dan H. Sahabuddin, SH masing-masing sebagai Hatibinwasda.

Dalam sambutannya beliau mengungkapkan bahwa hasil temuan dari Pembinaan dan Pengawasan pada Mei lalu telah dilaksanakan, namun masih ada beberapa catatan yang harus ditindaklanjuti. “Semua hasil temuan dari tim pengawas PTA Palangka Raya beberapa bulan yang lalu secara keseluruhan telah ditindaklanjuti dan diperbaiki sesuai dengan petunjuk dan saran, namun masih ada catatan kecil yang harus diperhatikan dan jangan menganggap sepele hal sekecil apapun,” imbuh Ketua PA Palangka Raya

Pada kesempatan tersebut Ketua Tim Drs. H. Moh. Munawar menyampaikan bahwa tujuan kedatangan Hatibinwasda bukan untuk mencari-cari kesalahan tetapi memperbaiki kesalahan yang ada dan mempertahankan apa yang sudah baik, karena dari kesalahan itulah kita bisa memperbaiki diri karena belajar dari kesalahan. Bahkan beliau sempat mengilustrasikan Presiden terpilih Ir. H. Joko Widodo yang menyeleksi para Menterinya dari 2.000 orang menjadi 200 orang kemudian mengerucut lagi menjadi 43 orang dan terakhir mengerucut lagi menjadi 34 orang calon Menteri, dan setelah nama-nama tersebut diserahkan ke KPK dan PPATK akhirnya terdapat 8 orang calon Menteri yang mendapat tanda merah dan kuning, artinya begitu susah mencari orang yang baik di negeri ini dan semoga kita yang bekerja di Pengadilan Agama ini termasuk orang yang baik. ujarnya.

Lebih lanjut Drs. H. Moh. Munawar menjelaskan bahwa wajah lembaga peradilan berada di peradilan tingkat pertama, Pengadilan Agama sebagai garda terdepan lembaga peradilan tingkat pertama tentunya akan lebih sering berinteraksi dengan masyarakat atau para pihak pencari keadilan, karena kepada Pengadilan Agamalah untuk pertama kali para pihak atau masyarakat datang mencari keadilan. Oleh sebab itu seorang hakim dituntut untuk belajar cermat, karena hakim harus cermat dalam membuat putusan, jangan sampai karena kesalahan ketik perkara menjadi tidak bisa dieksekusi atau karena kesalahan ketik perkara menjadi kalah pada tingkat banding.

Nampak para hakim dan karyawan karyawati PA Palangka Raya sedang menyimak pengarahan yang disampaikan oleh ketua tim pembinaan dan pengawasan dari PTA Palangka Raya

Oleh karenanya beliau mengharapkan agar kita saling mengoreksi dan tidak alergi terhadap koreksi orang lain, sebagaimana yang dicontohkan oleh sahabat Umar bin Khattab ra, pada saat Amirul Mu’minin Umar bin Khattab ra sedang menyampaikan pidatonya dihadapan para sahabat salah seorang sahabat bernama Salman Al-farisi menyatakan saya merasa keberatan mendengarkan pidato amirul mu’minin sebelum amirul mu’minin menjelaskan baju yang amirul mu’minin kenakan itu diperoleh dari mana ? karena sebagai pejabat negara kami hanya mendapatkan satu potong kain saja, atas pertanyaan sahabat tersebut Abdullah bin Umar berdiri dan menyatakan bahwa baju yang seharusnya dipakai ayahnya untuk berpidato sudah memiliki 19 jahitan bekas robek, karena itu jatah kain saya, saya berikan untuk ayah saya Amirul Mu’minin Umar Bin Khattab. Maka dalam kontek ini kita diajarkan untuk selalu berhati-hati, jujur dan tampil dalam kesederhanaan.

Diakhir paparanya ketua tim pembinaan dan pengawasan yang juga Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palangka Raya berharap semoga Pengadilan Agama se-Kalimantan Tengah lebih baik dan lebih maju lagi dari sekarang. (ikh)

Terimakasih telah membaca Berita - HATIBINWASDA : BELAJAR CERMAT KARENA HAKIM HARUS CERMAT. Silahkan tinggalkan komentar, saran dan pesan Anda untuk kemajuan website Pengadilan Agama Kelas 1B Palangka Raya. Terimakasih untuk dukungan dan partisipasi Anda.
Total Komentar    Belum Ada Komentar
  • Nama harus diisi, Email tidak akan disebarluaskan, Terimakasih.
  • Mohon untuk menggunakan ejaan yang benar / kata-kata yang mudah dimengerti

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

*